Pengantar
Pemasangan rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi komunikasi visual penting dalam lingkungan kerja. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970, pengurus perusahaan diwajibkan memasang gambar keselamatan kerja di tempat yang mudah dilihat dan dibaca safetysign.co.id.
Rambu K3 berperan sebagai pengingat bahaya, instruksi evakuasi, indikator lokasi peralatan darurat, serta faktor penting dalam penilaian audit SMK3 atau sertifikasi keselamatan. Sayangnya, banyak perusahaan masih melihatnya sebagai beban—seringkali dipasang asal-asalan, terburu-buru menjelang audit, atau kualitasnya diabaikan.
6 Elemen Utama dalam Penentuan Rambu K3
Berikut enam komponen krusial yang harus dipertimbangkan saat menyusun dan memasang rambu K3:
-
Safety Sign Assessment (Survei Kebutuhan Rambu)
-
Melalui survei ini, perusahaan dapat menentukan jenis, jumlah, desain, ukuran, material, dan lokasi pemasangan rambu K3 yang paling efektif.
-
Survei juga membantu mengidentifikasi rambu lama yang perlu diganti, rusak, sudah tidak relevan, atau tidak sesuai standar terbaru seperti OSHA/ANSI, ISO, ataupun BSI.
-
-
Desain & Format Rambu
-
Warna memiliki fungsi kritikal dalam menyampaikan tingkat bahaya:
-
Merah → Danger/Bahaya;
-
Oranye → Warning/Peringatan;
-
Kuning → Caution/Waspada;
-
Hijau → Safety/Emergency;
-
Biru → Notice/Informasi umum.
-
-
Bentuk simbol:
-
Triangle/diamond → bahaya;
-
Lingkaran → tindakan wajib (APD, dsb.);
-
Persegi/persegi panjang → informasi keselamatan atau exit;
-
Lingkaran dengan diagonal merah → larangan.
-
-
Format panel:
-
One-panel: teks atau simbol saja;
-
Two-panel: simbol + teks penjelas;
-
Three-panel: header (signal word), pesan/kata kunci + penjelasan, dan simbol/piktogram.
-
-
-
Teks & Signal Word
-
Gunakan signal word seperti DANGER (Bahaya), WARNING (Peringatan), atau CAUTION (Waspada) sesuai tingkat risiko.
-
Pesan harus mencakup:
-
Sifat bahaya;
-
Konsekuensi jika terjadi interaksi dengan bahaya;
-
Cara menghindari bahaya.
-
-
Ukuran huruf harus cukup besar agar terbaca dari jarak ideal, bahkan dalam kondisi minim cahaya.
-
-
Material
-
Pilih material sesuai lokasi pemasangan (dalam/luar ruangan), tahan air, pudar, dan goresan.
-
Pertimbangkan kondisi lingkungan seperti suhu ekstrem, pencahayaan, dan kemungkinan kontaminasi.
-
Untuk jalur evakuasi, gunakan bahan photoluminescent (glow-in-the-dark) agar terlihat dalam gelap.
-
-
Lokasi Pemasangan
-
Pastikan rambu mudah terlihat dan terbaca dari jarak minimal 1,52 meter.
-
Hindari penempatan di lokasi yang tertutup atau berantakan, serta hindari menempatkan lebih dari empat rambu di satu area yang sama.
-
Jalur evakuasi perlu dipasangkan secara berurutan agar rutenya jelas.
-
-
Pelatihan & Peningkatan Kesadaran
-
Terapkan pelatihan agar pekerja memahami arti simbol, warna, dan tindakan yang harus dilakukan saat melihat rambu.
-
Tanpa pemahaman yang tepat, keberadaan rambu tidak cukup efektif untuk mencegah kecelakaan .
-
Simpulan
Rambu K3 sering dianggap hal kecil, tetapi sebenarnya memiliki peranan maksimal dalam menjaga keselamatan. Untuk membuatnya efektif, perusahaan harus memperhatikan survei kebutuhan, desain sesuai standar, penyampaian pesan yang jelas, material tahan lama, lokasi strategis, serta pelatihan yang memadai.
Jika Anda atau perusahaan Anda berencana memperbarui atau memasang rambu K3 baru, pastikan memperhatikan keenam elemen di atas agar komunikasi keselamatan benar-benar efektif dan bermanfaat.